|
No
|
Istilah
|
Penjelasan
|
|
1
|
Pendidikan
Islam
|
:
|
Sub-sistem
Pendidikan Nasional, berada dalam pembinaan Direktorat Jenderal (Ditjen)
Pendidikan Islam, Departemen Agama. Berdasarkan UU No 20/2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pelayanan pendidikan Islam melingkupi semua
jalur (formal dan non-formal), jenjang (dasar, menengah, dan tinggi), dan
jenis (pendidikan umum, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan).
|
|
·
Pendidikan Berciri
Islam
|
:
|
Jenis
pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan konvensional (umum) dengan
pendidikan keagamaan Islam. Saat ini diterapkan di seluruh jenjang Madrasah
(MI, MTs, MA) dalam bentuk penguatan ciri keislaman dalam seluruh materi
pelajaran.
|
|
·
Pendidikan Agama
Islam
|
:
|
Secara
sederhana berarti agama Islam sebagai materi pelajaran baik dalam bentuk mata
pelajaran pada sekolah atau mata kuliah perguruan tinggi.
|
|
·
Pendidikan
Keagamaan Islam
|
:
|
Jenis
pendidikan yang menekankan dimensi keagamaan dalam kelembagaan maupun materi
dan proses pembelajaran. Secara kelembagaan, pendidikan keagamaan Islam
dilaksanakan pada Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah.
|
|
2
|
Direktorat
Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam
|
:
|
Satuan
Kerja (Satker) pemerintah pusat di lingkungan Departemen Agama yang
bertanggung jawab atas pembinaan pendidikan Islam. Di bawah Ditjen Pendidikan
Islam terdapat Direktorat-direktorat sebagai berikut:
·
Direktorat
Pendidikan Madrasah, bertanggung jawab atas pembinaan satuan pendidikan
formal berciri Islam, yaitu Madrasah dan Raudhatul Athfal.
·
Direktorat
Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, bertanggung jawab atas pembinaan
satuan pendidikan nonformal keagamaan (diniyah), yaitu Madrasah Diniyah dan
Pondok Pesantren
·
Direktorat
Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, bertanggung jawab atas pembinaan
pendidikan agama Islam pada sekolah-sekolah Depdiknas.
·
Direktorat
Pendidikan Tinggi Islam, bertanggung jawab atas pembinaan Perguruan Tinggi
Islam.
|
|
3
|
Struktur
Organisasi Penanggung Jawab Pendidikan Islam Pusat dan Daerah
|
:
|
Departemen Agama (Pusat):
-
Ditjen Pendidikan
Islam
Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama
Provinsi:
-
Bidang Madrasah dan
Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (Mapenda)
-
Bidang Pendidikan
Diniyah dan Pondok Pesantren; atau
-
Bidang Pendidikan
Agama Islam pada Provinsi-provinsi tertentu.
Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota:
-
Seksi Madrasah dan
Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (Mapenda)
-
Seksi Pendidikan
Diniyah dan Pondok Pesantren;
-
atau Seksi
Pendidikan Agama Islam pada Kabupaten/Kota tertentu.
|
|
4
|
Madrasah
|
:
|
Satuan
pendidikan berciri Islam. Kecuali disebut “Madrasah Diniyah”, Madrasah adalah
istilah resmi untuk satuan pendidikan Islam formal pada jenjang Dasar
(ekivalen SD dan SMP/SLTP) dan Menengah (ekivalen SMA/SLTA).
|
|
5
|
Madrasah
Ibtidaiyah (MI)
|
:
|
Satuan
pendidikan formal berciri Islam pada jenjang dasar tingkat pertama (ekivalen
SD)
|
|
·
MIN
|
:
|
Madrasah
Ibtidaiyah Negeri
|
|
·
MIS
|
:
|
Madrasah
Ibtidaiyah Swasta
|
|
6
|
Madrasah
Tsanawiyah (MTs)
|
:
|
Satuan
pendidikan formal berciri Islam pada jenjang dasar tingkat kedua (ekivalen
SMP/SLTP)
|
|
MTsN
|
:
|
Madrasah
Tsanawiyah Negeri
|
|
MtsS
|
:
|
Madrasah
Tsanawiyah Swasta
|
|
7
|
Madrasah
Aliyah (MA)
|
:
|
Satuan
pendidikan formal berciri Islam pada tingkat menengah (ekivalen SMA/SLTA)
|
|
·
MAN
|
:
|
Madrasah
Aliyah Negeri
|
|
·
MAS
|
:
|
Madrasah
Aliyah Swasta
|
|
8
|
Madrasah
Diniyah
|
:
|
Prototipe
Madrasah di Indonesia. Satuan pendidikan non-formal dengan muatan kurikulum
pendidikan keagamaan Islam.
Sejak
terbitnya PP 55/2007 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, Madrasah Diniyah
dimungkinkan diselenggarakan dalam seluruh jenjang pendidikan (dasar,
menengah, dan tinggi).
|
|
·
Madrasah Diniyah
Ula
|
:
|
Madrasah
Diniyah Tingkat Dasar
|
|
·
Madrasah Diniyah
Wustha
|
:
|
Madrasah
Diniyah Tingkat Menengah
|
|
·
Madrasah Diniyah
Ulya
|
:
|
Madrasah
Diniyah Tingkat Atas
|
|
9
|
Pondok
Pesantren
|
:
|
Satuan
Pendidikan Keagamaan (Diniyah) Islam non-formal. Terdiri dari tiga tipe: 1)
Pondok Pesantren Salafiyah (Tradisional); 2) Pondok Pesantren Ashriyah
(Modern); 3) dan Pondok Pesantren Kombinasi.
|
|
·
Pondok Pesantren
Salafiyah
|
:
|
Tipe
pondok pesantren yang concern dalam
pelestarian tradisi keagamaan Islam. Muatan utama dalam kurikulum Pondok
Pesantren Salafiyah adalah kitab-kitab keagamaan Islam klasik yang ditulis
ulama-ulama lampau. Dalam rangka Wajib Belajar, beberapa Pondok Pesantren
Salafiyah juga melaksanakan Program Wajar Dikdas Sembilan Tahun dengan ikut
memasukkan sejumlah materi pelajaran umum yang bersifat primer yang
ditetapkan dalam kebijakan pendidikan nasional.
|
|
·
Pondok Pesantren
Ashriyah
|
:
|
Tipe
Pondok Pesantren yang tetap melestarikan tradisi keislaman baik pada aspek
kelambagaan maupun materi pendidikan namun dengan ikut memasukkan kelembagaan
dan materi pendidikan modern. Dalam tipe ini, Pondok Pesantren tidak saja
berfungsi sebagai satuan pendidikan, tetapi juga menaungi sejumlah satuan
pendidikan modern seperti Madrasah atau bahkan sekolah.
|
|
·
Pondok Pesantren
Kombinasi
|
:
|
Tidak
ada perbedaan yang mendasar antara Pondok Pesantren Kombinasi dengan Pondok
Pesantren Ashriyah.
|
|
10
|
Kyai/Nyai
|
:
|
Pimpinan
Pondok Pesantren
|
|
11
|
Badal
Kyai
|
:
|
Kyai
yang berperan sebagai “wakil kepala sekolah” di Pondok Pesantren.
|
|
12
|
Ustadz
|
:
|
Secara
harfiah berarti “guru”. Digunakan baik di lingkungan Pondok Pesantren dan
Madrasah Diniyah maupun Madrasah Formal untuk pengajar.
|
|
13
|
Pendidik
|
:
|
Istilah
Sisdiknas untuk “Guru”
|
|
14
|
Tenaga
Kependidikan
|
:
|
Istilah
Sisdiknas untuk seluruh SDM satuan pendidikan di luar “guru”, termasuk di
dalamnya Kepala Sekolah/Madrasah, Wakil Kepala Sekolah/Madrasah, Tenaga
Administrasi, dan sebagainya.
|
|
15
|
Sertifikasi
|
:
|
Kebijakan
pendidikan nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing guru dengan
mengacu pada kompetensi akademis dan profesional guru. Sertifikasi
diberlakukan baik untuk guru tetap maupun honorer yang telah mengajar
sekurang-kurangnya 4 tahun dan memenuhi kualifikasi pendidikan S-1.
|